Selasa, 29 November 2016

Biro Perjalanan Umroh Murah Solo, Jasa Umroh Murah Jakarta, Agen Paket Umroh Murah, Biro Paket Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah


Biro Perjalanan Umroh Murah  Solo, Jasa Umroh Murah Jakarta, Agen Paket Umroh Murah, Biro Paket Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah




Syarat dan Rukun Umroh – Sebelum melaksanakan umroh ke tanah suci makkah sebaiknya anda mengetahui syarat dan rukun umroh tersebut.
Syarat Umroh adalah suatu yang harus dipenuhi sebelum mengerjakan sesuatu ibadah umroh. Kalau syarat-syaratnya kurang sempurna maka ibadah umroh tersebut itu tidak sah.
Sementara Rukun umroh ialah sesuatu yang harus dikerjakan dalam melakukan suatu pekerjaan. Jadi, rukun berarti sebagai bagian yang pokok. Contohnya membaca Al-Fatihah dalam mendirikan sholat merupakan salah satu rukun (bagian yang pokok). Lebih jelasnya sholat tanpa membaca Al-Fatihah berarti tidak sah.
Nah berikut kita akan membahas tentang syarat dan rukun umroh
Syarat  Umroh
1. Muslim
Melaksanakan ibadah umroh hanya boleh dilakukan oleh umat penganut agama Islam, jika agama selain islam maka haram banginya melaksanakan ibadah umroh.
2. Berakal
Untuk melaksanakan sebuah ibadah tentunya orang tersebut harus berakal. Jika tidak berakal maka tidak ada tugas atasnya untuk melaksanakan ibadah umroh.
3. Baligh
Baliq atau dewasa bagi laki-laki salah satunya ditandai dengan mimpi basah sementara perempuan ditandai dengan menstruasi.
4. Mampu
Mampu dalam arti mampu biaya dan mampu dalam kedaan fisik atau kesehatan, terdapat kendaraan yang siap mengantar umroh dan juga keamanan dalam ari keselamatan jiwa.
Rukun Umroh:
1. Ihram
Bagi kaum muslim yg hendak menunaikan ibadah haji atau umroh di Tanah suci Mekah wajib menggunakan pakaian ihram. Pakaian ihram berbeda dengan pakaian yang seperti biasanya, pakaian ihram yaitu kain putih tanpa jahitan yang hanya dililitkan di tubuh dan kadang disebut juga dengan pakaian suci.
Larangan saat melaksanakan ihram
a. Tidak diperbolehkan memotong dan mencabut sebagian atau keselruhan rambut, tidak boleh memotong kuku, tidak boleh menggaruk kulit sampai terkelupas dan mengeluarkan darah.
b. Tidak diperbolehkan mengenakan parfum, termasuk parfum yang terdapat pada sabun mandi.
c. Tidak diperbolehkan membikin gaduh, seperti bertengkar.
d. Tidak diperbolehkan bermesraan meskipun dalam ikatan yang resmi.
e. Tidak diperbolehkan bersetubuh antar pasangan resmi.
f. Tidak diperbolehkan berkata-kata kotor.
g. Tidak diperbolehkan melakukan pernikahan.
h. Tidak diperbolehkan berburu binatang atau membantu berburu binatang liar.
i. Tidak diperbolehkan membunuh binatang liar atau pun binatang pelliharaan (kecuali mengancam jiwa), memotong atau mencabut tumbuh-tumbuhan yang masih hidup dan segala hal yang mengganggu kehidupan mahluk.
j. Tidak diperbolehkan memakai make-up.
k. Pria tidak diperbolehkan  : memakai penutup kepala (topi, sorban,dsb), memakai pakaian yang terdapat jahitannya dan tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki.
l. Wanita tidak diperbolehkan : menutup wajah dan tidak boleh menutup telapak tangan mengenakan apa pun.
2. Tawaf (Mengitari Ka’bah sebanyak 7 putaran).
3. Sai (berlarian kecil Shafa – Marwah sebanyak tujuh kali ).
4. Tahallul (mencukur rambut kepala atau memotong sebagian).
5. Tertib.
Agen Paket Umroh
0813 2839 7279 Agen Paket Umroh

Wajib Umrah adalah hanya Ihram dari miqat
1. Sebelum berangakat menaiki pesawat, mandi telebih dahulu kemudian mengenakan wangi-wangian.
2. Bagi pria memakai kain ihram yang sudah ditentukan, dua helai kain yang tidak dijahit mengurung, satu helai kain untuk pengganti celana, yang sehelai lagi untuk selendang. Bagi perempuan pakaian ihramnya biasa saja.
3. Menjelang tiba di miqat (Qarnulmanazil), lakukan shalat sunnah dua rakaat (sunat at au wajib).
4. Tepat di Qarnulmanazil (miqat), kurang lebih 25 menit sebelum pesawat mendarat di Lapangan Terbang King Abdul Aziz Jeddah, kita mulai berihram, dengan niat umroh yang ikhlas dan tulus tanpa ada paksaan serta mengucapkan talbiyah

Jasa Umroh Murah Jakarta, Agen Paket Umroh Murah, Biro Paket Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah, Biro Perjalanan Umroh Murah



 Jasa Umroh Murah Jakarta, Agen Paket Umroh Murah, Biro Paket Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah, Biro Perjalanan Umroh Murah 



Mabrur dan Maqbul
Apa Itu Mabrur dan Maqbul?
Mabrur dan maqbul merupakan kata atau istilah yang seringkali dikaitkan dengan umat muslim atau jamaah yang telah melakukan ibadah haji dan umrah ke tanah suci Makkah. Lalu apa sebenarnya definisi atau pengertian dari mabrur, dan apa pengertian dari maqbul itu sendiri? Banyak orang yang salah kaprah atau bahkan tidak mengetahui perbedaan juga persamaan antara keduanya. Maka sebenarnya keduanya memiliki arti yang sama yaitu diterima oleh Allah SWT ketika melaksanakan ibadah haji dan umrah serta diberikan pahala oleh Allah SWT terkait ibadah yang sudah dilakukannya, yaitu ibadah haji dan umrah.

Mabrur dan Maqbul, Apa Bedanya?

Istilah dari dua kata mabrur dan maqbul memiliki definisi yang sama yaitu diterima oleh Allah SWT. Untuk menggapainya ternyata sulit karena ulama pun sedikit sekali yang bisa memberikan arti yang tepat untuk makna dari mabrur maupun maqbul. Analoginya adalah ketika berpuasa, tidak ada yang tahu puasa yang seperti apa yang diterima dan yang mendapatkan pahala. Begitu juga ketika melakukan ibadah haji dan umrah, tidak ada yang tahu haji dan umrah siapa yang diterima dan haji dan umrah siapa yang sia sia pengerjaannya. Namun demikian, mabrur sendiri bisa diperhatikan lebih jauh untuk menggapainya.

Haji dan umroh yang Mabrur dan maqbul perlu perjuangan untuk mencapainya. Orang yang tidak mempersiapkan dengan baik sebelum melakukan perjalanan haji dan umrah lalu tiba tiba menganggap dirinya sebagai haji mabrur dan maqbul maka bisa jadi bukanlah hal yang tepat, tapi wallohu a’lam karena hanya Allah yang tahu apakah ibadah yang diterima dan yang ditolak itu seperti apa bentuknya, terlebih ini adalah ibadah melakukan perjalanan dengan serangkaian ibadah ke tanah haram, Makkah. Untuk mendapatkan kemabruran dan kemaqbulan maka sebelum berangkat sebaiknya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terlebih dahulu.

Persiapan zhahir dimulai dengan melakukan taubat dari berbagai dosa dan maksiat yang pernah dilakukan. Meminta kepada Allah untuk diampuni segala dosa perdosaan yang telah dilakukan. Meminta izin kepada orang tua dan orang orang terdekat pun bisa menjadi persiapan yang baik untuk mendapatkan haji dan umrah yang mabrur serta maqbul. Jangan lupa juga untuk membayar terlebih dahulu semua hutang piutang dan mengembalikan semua harga yang telah didapatkan terutama harta yang haram atau yang makruh yang belum jelas dari mana sumbernya.

Dana yang digunakan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah sebaiknya adalah dana yang bersih dan halal supaya ada keberkahan di dalamnya, juga siapkan nafkah untuk keluarga yang ditinggalkan selama melaksanakan ibadah umrah. Banyak banyak juga untuk memberikan sefekah kepada kaum fakir dan miskin supaya perjalanan ibadah akan dilancarkan dan mendapatkan predikar mabrur atau pun maqbul.

Carilah sahabat atau kawan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah yang shaleh supaya bisa mengingatkan ketika melaksanakan ibadah tersebut. Selain itu kawan tersebut bisa memberikan motivasi mengenai keteguhan dan pembelajaran yang bermanfaat selama melaksanakan rangkaian ibadah yang telah ditentukan.

Sebelum berangkat, untuk mendapatkan haji dan umrah yang mabrur dan maqbul sebaiknya berpamitan kepada seluruh keluarga dan teman juga tetangga dan meminta doa restu supaya semua ibadah yang dilakukan berjalan dengan lancar dan diterima oleh Allah. Persiapan bathin pun perlu dilakukan dengan memberikan keilmuwan yang baik dan terarah. Biasanya biro travel umroh akan memberikan manasik haji dan umrah untuk mereka yang akan melaksanakan ibadah tersebut. Semoga bermanfaat!

Agen Paket Umroh Murah, Biro Paket Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah Jogja, Biro Perjalanan Umroh Murah Solo, Jasa Umroh Murah Jakarta



Agen Paket Umroh Murah, Biro Paket Umroh Murah 2017, Travel Umroh Murah Jogja, Biro Perjalanan Umroh Murah  Solo, Jasa Umroh Murah Jakarta



Pengertian Umroh

Pengertian umroh dari segi bahasa ialah berkunjung. Artinya, umroh ini dapat juga dikatakan bahwa umroh ialah suatu perbuatan menyengaja dengan mendatangi tempat yang biasa selalu dikunjungi. Hal ini tersebut karena umroh boleh untuk dilakukan kapan pun (tanpa terikat waktu, seperti halnya ibadah haji yang hanya dilakukan pada bulan Dzulhijjah saja setiap setahun sekali).
Apa Itu Pengertian Umroh secara Istilah/Syariah?

Pengertian umroh secara syar’i dan terminologi fiqih. Pengertian umroh memiliki artian mengunjungi kota Makkah untuk melaksanakan ibadah (seperti thawaf dan sa'i) dengan melakukan tata cara tertentu. Atau istilah lainnya datang ke Baitullah untuk beribadah umroh dengan rukun rukun dan syarat syarat yang telah ditentukan.

Umroh berbeda dengan ibadah haji yang boleh dilakukan hanya sekali saja, menunaikan umroh boleh berulang-ulang kali, akan tetapi, hukumnya tetap wajib hanya sekali dalam seumur hidup. Jika seseorang itu mampu dan dapat menunaikannya berulang kali hal ini diperbolehkan. Sebabnya dalam ibadah umroh terdapat keutamaan-keutamaan sebagaimana sabda Rasulullah saw:
Dari umroh ke umroh adalah penghapus dosa antara keduanya

Ibadah Umroh (Haji Kecil)

Selain pengertian umroh yang telah dipaparkan di atas, umroh juga disebut hajjul asghar (haji kecil), umroh ini menurut bahasa berarti “berkunjung”, dan menurut istilah syar’i adalah “berkunjung ke Baitullah, yang didalamnya untuk melakukan thawaf, sa’i, dan bercukur demi mengharap ridho Allah”.

Semua tata cara umroh yang dilakukan dalam ibadah umroh ini telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan kita tidak boleh mengubah dan berkreativitas sesuai dengan kehendak kita.
Keutamaan Ibadah Umroh

Setelah memahami dan membaca pengertian umroh, pembahasan selanjutnya adalah tentang keutamaannya, terdapat beberapa hadits sahih yang menjelaskan dan menyebutkan tentang keutamaan dan pahala umrah, yang menjadikan banyak orang yang mampu secara materi, fisik, dan keilmuan berusaha menyegerakan untuk menunaikannya.

Bahkan ada juga bagi kalangan biasa biasa saja yang pendapatannya tidak cukup dan memungkinkan untuk pergi menunaikan umroh, sampai berusaha sekuat tenaga dalam berikhtiar dan berdoa demi mendapatkan keutamaan pahala yang mulia ibadah umroh, yakni berupa:

Pengampunan Dosa. Sebagaimna disebutkan dalam sebuah hadis seperti bawah ini:
Dari Abu Hurairoh RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Ibadah umrah sampai umrah berikutnya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis yang lain disebutkan juga bahwa jamaah haji dan umroh merupakan tamu Allah yang setiap doa doanya akan dikabulkan.
Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Para jamaah haji dan umrah merupakan delegasi Allah. Jika mereka berdo’a kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampun, maka Allah akan mengampuni-nya”. (HR An-Nasaiy dan Ibnu Majah)

Bagi kaum wanita juga mendapatkan keutamaan pahala selain pengampunan dari dosa dosa, dikabulkannya doa-doa  yang dipanjatkan, bahkan melaksanakan berumroh dan berhaji bagi wanita laksana melakukan tugas jihad sebagaimna kaum laki-laki yang berjhad di medan peperangan.
Rasulullah SAW bersabda: "Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah dan wanita, adalah haji dan umrah“. (HR An-Nasaiy).

Hukum Mengenai Ibadah Umroh: 1. Wajib dan 2. Sunnah

Setelah kita mengetahui pengertian umroh dan keutamaan umroh, pembahasan berikutnya ialah mengenai apakah hukum umroh itu?

Hukum umroh itu ada 2, pertama wajib kedua sunnah.

Dikatakan wajib jika ibadah umroh tersebut baru pertama kali dilakukan sehingga disebut juga sebagai Umrotul Islam. Selain daripada itu, umroh karena nazar (berjanji melakukan sesuatu setelah terpenuhi suatu hajat) juga disebut sebagai umroh wajib. Jadi, jika seandainya Anda sudah bernadzar akan melakukan ibadah umroh jika sudah berhasil melakukan atau mendapatkan hasil tertentu, maka hukum umroh menjadi wajib, karena janji adalh hutang dan wajib dibayar.

Dikatakan sunnah bila ibadah umroh tersebut ditunaikan untuk yang keduakalinya dan seterusnya dan juga bukan dikarenakan nadzar. Misalkan di tahun ini Anda sudah melksanakan ibadah umroh pertama yang wajib, maka jika Anda ingin dan mampu secara materi di tahun berikutnya, maka Anda dapat prgi umroh lagi, tapi jika tidak juga tidak mengapa.

Namun dalam hal ini kalangan ahli fiqih sepakat bahwa hukum umroh adalh wajib bagi orang yang disyariatkan untuk menympurnakannya. Meskipun ada beberapa ulama yang memiliki perbedaan pendapat mengenai hukumnya umroh ini, apakah termasuk sunnah atau wajib.
Apa Pendapat Ulama Mengenai Hukum Umrah ?

Pendapat Pertama: Hukum Umrah Sunnah Mu`akkadah
Ulama yang berpendapat seperti ini adalah Ibnu Mas’ud, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad (menurut salah satu versi pendapat), juga Abu Tsaur dan kalangan mazhab Zaidiyah.

Dalil-dalil Hukum Umrah adalah Sunnah Mu'akkadah
Pendapat para ulama ini berdasarkan kepada sabda Nabi SAW yang ketika ditanya  tentang hukum melaksnakan umroh, apakah ia wajib atau tidak? Beliau mnjawab,” Tidak. Namun jika kalian umroh, maka itu lebih baik.” Juga berdasarkan sabda Nabi SAW:

Haji adalah jihad, sementara umrah hanya tathawwu’.

Alasan lainnya yang dijadikan dalil bahwa ibadah umrah sunnah adalah bahwa umrah merupakan ibadah yang tidak ditentukan waktunya, maka umroh pun tidak wajib sebagaimana halnya thawaf mujarad.

Pendapat Kedua: Umroh Hukumnya Wajib, Terutama bagi Orang-orang yang Diwajibkan Haji.

Pendapat ini dianut oleh Imam Asy-Syafi’i menurut versi yang paling sahih di antara kedua pendapatnya, Imam Ahmad menurut versi lain, Ibnu Hazm, sebagian ulama mazhab Maliki, kalangan mazhab Imamiyyah, Asy-Sya’bi, dan Ats-Tsauri.

Pendapat ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan lainnya, dan mereka bersepakat bahwa pelaksanaannya hanya satukali seumur hidup sebgaimana halnya ibadah haji.
Waktu Ibadah Umroh

Sesuai paparan mengenai pengertian umroh di atas, kita bisa tarik kesimpulan bahwa ibadah umrah dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang dimakruhkan seprti hari 'Arafah, Nahar & Tasyriq. Berbedaannya dengan ibadah hajji adalah ibadah hajji waktunya hannya antara tangal 08 sampai dengan 12 Dzulhijjah.

Ibadah ‘umroh ini dapat langsung dilakukan dengan ibadah haji, yaitu dengan cara melakukan hajji secara tamattu’ atau qiran. Kenapa? Karena dalam hajji tamattu’ dan hajji qiron sudah ada ‘umroh di dalam kedua hajji tersebut.

Karena umroh waktunya yang tidak terikat, waktunya pun dapat disesuaikan dengan jadwal kerja atau dengan liburan anak anak sekolah atau dengan memanfa'atkan momen momen tertntu seperti halnya tahun baru, musim semi di daratan Eropa yang berimbas ke beberapa negara negara Islam sekitarnya, pada bulan suci Ramadhan, dan lain lain.
Syarat dan Rukun Wajib Ibadah Umroh

Memahami pengertian umroh dan yang terkait kurang lengkap tanpa mengetahui syarat dan rukun umroh.

1. Syarat Umroh
  1. Beragama Islam
  2. Telah aqil baligh (dewasa dan berakal sehat), meskipun Anda dapat mengajak anak-anak untuk melakukannya, namun umroh yang sah tetaplah bagi mereka yang telah akil baligh. Namun perjalanan umroh bagi anak-anak dapat dianggap sebagai sarana edukasi pendidikan agama Islam
  3. Merdeka (bukan budak)
  4. Ishtitho'ah (mampu)

Apabila seseorang tersebut tidak memenuhi syarat diatas maka gugurlah kewajiban umroh orang itu.

2. Rukun Umroh
  1. Niat Ihram
  2. Melakukan thawaf umroh
  3. Sa’i (berlari-lari kecil) antara Shofa dan Marwah
  4. Bertahallul (mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala)

Rukun Umroh diatas harus dilakukan berurutan dan tidak boleh ditinggalkan salah satu rukunnya, karena bila tidak dilakukan akan menyebabkan umrohnya tidak sah dan harus diulang kembali.